JANGAN TANYA KABAR MAHASISWA SEMESTER AKHIR! COBA TANYA KABAR MAHASISWA SEMESTER 6

Beberapa orang yang menyukai kopi, pasti tak jarang dari mereka yang juga menyukai rokok. Meski begitu, tidak semua pecandu kopi adalah perokok, dan tidak semua perokok adalah pecandu kopi.

Tidak ke sana, saat menulis ini di pukul 9 malam, gue berpikir bahwa masa kuliah yang saat ini gue jalani terasa begitu pesat. How can? Walau gak punya perasaan ‘rasanya kayak baru kemaren bla bla bla’, tapi gue merasa gue masih pengen berada di masa remaja ke dewasa ini, meski menolak untuk lulus terlalu lama.

Sekarang gue semester 6, tahun ketiga. Usia gue 19 tahun, yaa meski menjelang 20 sih. Beberapa saat lagi gue akan dihadapkan dengan Kuliah Kerja Lapangan, meski belum tahu nanti akan seperti apa, tapi gue merasa KKL tidak akan kalah merepotkannya dari magang. Harus ada laporan, masuk kerja, bangun lebih pagi, dan lain sebagainya. Namun meski begitu, dibandingkan dengan magang, KKL di prodi gue lebih baik karena KKL yang metodenya serupa KKN orang-orang (katanya) tentu saja membuat keringanan berupa laporan tidak semerepotkan saat magang alias laporan dibuat kelompok. Tapi lagi-lagi sulit ketika setelah itu harus segera dihadapkan dengan komponen skripsi. (Ngomong apa sih aing?)

Untuk detailnya, gue belum tau skripsi itu apa. Tapi secara garis besar gue bisa menangkap bahwa skripsi adalah proses pembuatan penelitian dan hasil penelitian guna mencapai kemampuan yang mumpuni dan gelar sarjana. Bagaimana? Mencari masalah, membuat metode penelitian, solusi, target, dibukukan, dan presentasi. Sidang-sidang di antara semua itu membuat mereka terasa (terlihat) merepotkan. Ya, skripsi adalah mereka, bukan dia. Skripsi adalah kelompok, komponen-komponen yang belum diketahui oleh orang yang belum berpengalaman, yang sering disebut dengan satu kata tersebut oleh semua orang.

15 April yang akan datang, gue dihadapkan dengan yang namanya UTS, praktik-praktik, kuliah lapang, lalu jangan bicara lagi soal UAS dan kesana-sananya yang terlihat memuakkan. Masa kuliah yang terasa terlalu singkat ini begitu menyebalkan, ada masa buruk berorganisasi, ada masa indah bersosialisasi, ada masa-masa luar biasa yang bermacam rasa. Semuanya bersatu, tapi semuanya pada fase masing-masing. Maka masa kuliah adalah ‘mereka’, bukan dia. Sebab hal-hal yang terjadi tidak hanya satu (tapi sekali), dan merupakan banyak hal yang belum diketahui oleh mereka yang belum berpengalaman tapi sering disebut dengan satu kata ‘kuliah’ oleh mereka semua.

Bye!

Comments

Popular Posts