"SORE" (Puisi Pendek)
Menatap hampa lapang penuh insan
Tawanya bak lafalan syair improvisasi
Diiring angin sebagai musiknya
Gerimis jadi terasa seperti embun
Dingin, sejuk, memuakkan jua
Kenapa ?
Aku bosan, iya
Aku kesal, juga
Aku sebal, itu pun
Aku resah, kenapa aku begini?
Mungkin sebab sore ini masih sama
Seirama dengan sore-sore yang lain
Aku hanya duduk
Hanya duduk dengan hati yang tak hanya
Karena ternyata hati menunggu maya jadi nyata
Hei, ilusi!
Kapan datang lagi?
Comments
Post a Comment