CARA MENULIS STRAIGHT NEWS
Nyata banget gak sih, bahwa nyaris semua orang normal di dunia ini pastinya bisa nulis, bisa merangkai kata, dan bisa menyusun kalimat.
Berikut ini gue akan kasih contoh pembuatan straight news, ala gue, yang gue dapat dari pengalaman menjadi mahasiswa selama 4 semester di jurusan komunikasi, dan berogranisasi di media kampus selama 2 tahun.
Tentu yang pertama harus dilakukan adalah pembuatan teras atau lead berita, seperti apa teras berita itu? Umumnya, kalo kalian sering baca koran ataupun berita di situs web, tentu saja kalian gak asing lagi dengan penulisan nama kota atau daerah pada awal kalimat, seperti:
BOGOR -
Iya, gak? Iya dong, menurut gue, itu penting. Ya emang harus wkkwk. Kalo enggak seperti itu, sebenernya ada style lain:
Bogor, (29/11) -
Buat gue pribadi, selaku redaktur pelaksana di UKM pers kampus gue. Penulisan nama kota dan tanggal seperti contoh di atas ini biasanya gue pake ketika berita itu gak terbit hari H, oke emang udah basi, tapi karena cakupannya kampus dan kabar tersebut perlu disebarkan, maka tetap kami publish. Faktor-faktor yang bisa membuat berita kami nggak terbit hari H acara adalah 1.) Karena acara selesainya malam; 2.) Kelalaian; 3.) Kurang media informasi sehingga kami harus ngejar narasumber keesokan harinya. Kalo sumber informasi terus sulit didapatkan, biasanya kami akan mengambil jalan soft news (mari kita bahas ini nanti).
Di koran sendiri, seperti yang kita tahu bahwa mereka mempublikasikan berita akan kejadian yang terjadi 1 hari sebelumnya. Tetapi media kampus gue, kita mempublish berita sehangat mungkin sehingga hal tersebut (yang gue bahas di paragraf sebelum ini) pun dilakukan.
Berikutnya tentu saja teras berita harus mencakup Apa, Di mana, Siapa, Kenapa, Kapan, dan Bagaimana hal yang diberitakan tersebut terjadi. Sebagai contoh:
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Club Photography Pelukis Cahaya (PC) menggelar Pameran Photography dengan Tema "Sirr" dalam rangka peresmian Anggota Muda (AM) PC 2016, di lobby gedung D Universitas Djuanda (Unida) Bogor pada Kamis (29/11).
Apa? PC menggelar pameran. Di mana? Lobby gedung D Unida. Siapa? UKM PC. Kenapa? Untuk meresmikan AM-nya. Kapan? 29 November. Bagaimana? Baca seluruhnya.
Atau bisa juga:
Himpunan Mahasiswa (HIMMA) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mengadakan sarasehan budaya dalam rangka "Penutupan Pertukaran Mahasiswa PGSD Unida dan UNG" pada Kamis (8/11) yang dilaksanakan di aula Gedung C Universitas Djuanda (Unida) Bogor.
Susunannya bisa diacak sesuka hati, yang penting kalimatnya nggak rancu dan tetap mencakup seluruh 5W+1H.
Kemudian masuk pada bagian tubuh berita, tubuh berita biasanya membahas segala hal yang terjadi mulai dari awal hingga acara berakhir. Sebenarnya, kawan-kawan jurnalis kampus gue lebih sering meliput acara tidak sampai selesai, hanya hingga seluruh hal yang diperlukan terkumpul. Meski tak jarang juga bahan hanya terkumpul saat acara yang sedang diliput sudah selesai :'))))
Salah satu contoh isian berita yang pernah kami buat:
Terhitung sejak hari pertama penyambutan Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Unida pada (2/10), hari ini kegiatan pertukaran mahasiswa tersebut akhirnya resmi ditutup oleh Rektor Unida, Dr. Ir. H. Dede Kardaya, M.Si.
Dalam wawancaranya, La Ode Amril, M.Pd selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unida menuturkan bahwa pagelaran seni dan budaya merupakan kegiatan akhir dari pertukaran Mahasiswa Unida dengan UNG yang berlangsung selama 40 hari.
"Adapun tujuannya yakni agar mereka memiliki karakter dan nilai kebangsaan yang kuat. Kemudian, sebab jika ada pertukaran berarti ada mata kuliah yang ditinggalkan, maka mata kuliah yang ditinggalkan itu dilaksanakan secara daring, dan itu yg menarik dari kegiatan pertukaran." Tuturnya.
Febri selaku Wakil Ketua HIMMA PGSD Unida menuturkan tujuan adanya pagelaran ini, "Intinya untuk saling mengenal dan bertukar budaya, sehingga kita lebih tahu bagaimana kebudayaan Gorontalo, juga Mahasiswa UNG pun tahu bagaimana kebudayaan kita di Jawa Barat."
Yang terakhir adalah tambahan, atau ekor berita. Tambahan bisa berupa hal-hal yang tidak begitu penting, atau yang sekiranya hanya menjadi pelengkap pada peristiwa yang hendak diberitakan. Seperti kelanjutan dari berita di atas, berikut ini:
Acara yang dihadiri oleh hampir seluruh mahasiswa FKIP dan beberapa perwakilan mahasiswa dari seluruh fakultas di Unida itu berlangsung sangat meriah dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya. Seperi tarian-tarian adat yang di bawakan oleh mahasiswa Unida dan UNG, nyanyian lagu daerah, serta seni teatrikal oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sanggar Seni Teater Lentera (SSTL) dan mahasiswa UNG.
"Sangat berterimakasih dengan adanya program ini, kami berharap hubungan dan silahturahmi kami tidak sampai disini. Intinya kami sangat bersyukur dan merasa terhormat atas apa yang telah diberikan." Ungkap salah satu perwakilan mahasiswa UNG dalam pidatonya.
Berikutnya data diri atau tanda, apa sih istilahnya huft. Biasanya, kami memakai nama panggilan dan nama organisasi. Misalnya nama gue Rin dan aliansinya adalah LSP, maka dituliskan:
(Rin/LSP)
Dan apabila penulisnya lebih dari satu, katakanlah 2 karena kalo 5 kebanyakan. Maka menjadi:
(Rin/May)
Jadi itu dia sedikit informasi dari gue, semoga membantu.
Bubye!
Comments
Post a Comment